Uji Coba Alat Produksi Yoghurt Modifikasi
Membangun usaha kecil dan menengah (UKM) bidang pangan di Indonesia banyak tantangan dan kendalanya. Kendala dari akses pasar sampai permodalan sering menjadi tantangan untuk berkembangnya industri tersebut. Dalam hal ini, kepemilikan pengetahuan, keberanian dan kesungguhan untuk menghadapi pilihan dan tantangan yang ada di depan merupakan kunci keberhasilan pengetahuan UKM (BBC World Service Booklet, 2000). Read more…
Saat ini, di Indonesia terdapat 41.301.263 usaha kecil (UK) dan 361.052 usaha menengah (UM). Kedua usaha tersebut atau dikenal sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM) yang berjumlah 99,9% dari total jumlah usaha yang ada di Indonesia. UKM tersebut bergerak di berbagai sektor ekonomi (pertanian, perikanan, peternakan, industri, perdagangan dan jasa). UKM juga dapat dikelompokan atas klasifikasi pra usaha, usaha berjalan dan usaha maju. Oleh karena itu, adanya upaya pemetaan/klaster potensi UKM binaan sesuai dengan kondisi wilayah/administratif, potensi sumber daya (komoditas) dan unit bisnisnya (sentra produksi dan kelompok) dapat dijadikan suatu indikator dan tolok ukur bagi pembinaan, pengembangan dan pengawasannya, agar menjadi tulang punggung dan memperkokoh struktur perekonomian nasional. Read more…
Uji Organoleptik Yoghurt dari Alat Produksi Yoghurt Temuan Musa Hubeis, Eddy Kemenady dan Fransiska R. Zakaria
Produk hasil fermentasi susu semakin berkembang dan sebagaimana diketahui banyak variasi dari produk tersebut, salah satunya yoghurt. Sebenarnya, tidak seorangpun mengetahui dengan pasti sejak kapan dan dimana asal mula diketemukannya yoghurt, tetapi sejak adanya domba yang tinggal di Mesopotania sekitar 5000 tahun sebelum Masehi, maka susu domba tersebut disimpan di suatu ruangan yang hangat dan biasanya terbentuk gumpalan susu. Banyak produk yoghurt di pasar dalam bentuk cair maupun padat (set yoghurt) yang didistribusikan secara dingin pada suhu 4-100C (chilled distribution). Read more…
Kajian Pengelolaan Usaha Kecil Menengah dari Segi Kelayakan Pemasaran dan Keuangan (Studi Kasus UKM di Bogor)
Pemberdayaan dan pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) membutuhkan bahasa (textbook thinking vs empiris : keberpihakan dan persepsi sebagai pihak yang memiliki potensi untuk dijadikan mitra) dan paradigma (usaha berjalan vs pengusaha) yang sama antara pemerintah (instansi teknis maupun Badan Usaha Milik Negara atau BUMN) atau pihak pemberi bantuan dengan para UKM atau pihak penerima bantuan, karena ketika krisis ekonomi melanda Indonesia, UKM telah membuktikan ketangguhannya dan menyelamatkan bangsa dengan membantu berputarnya roda perekonomian negara (Hubeis, 2009). Namun demikian, UKM di Indonesia pada umumnya masih tergantung pada karakteristik dari komoditas yang diusahakan, sehingga tidak berlebihan bila UKM di dalam perkembangannya tidak lepas dari berbagai kendala seperti teknis, teknologis, manajemen, pemasaran, sosial dan kelembagaan, informasi dan keuangan. Hal ini terkait erat dengan masalah mutu sumber daya manusia (SDM) dengan tingkat pendidikan terbatas (sebagian besar setingkat SD dan SMP) dan legalitas badan usaha yang dikelolanya, serta masih lemahnya keberpihakan pemerintah (Hubeis, 2005). Read more…
PROSPEK PEMBINAAN UKM MELALUI WADAH INKUBATOR BISNIS
Daya saing bangsa dan Negara ditunjukkan oleh kemampuan perekonomian dalam menghasilkan barang dan jasa, di samping mampu bersaing di pasar di dalam dan luar negeri. Untuk itu, agar proses kemajuan tersebut diraih, maka perlu diciptakan kesempatan bagi semua jenis kegiatan dan skala usaha dari para pelakunya, diantaranya pemberdayaan UK dan pembentukan/pemupukan wirausahawan dalam meningkatkan produktivitas usahanya bagi pertumbuhan ekonomi atau pembentukan modal yang memberi manfaat bagi orang banyak.
Untuk memahami esensi dari UK dan kewirausahaan berikut disarikan hal berikut : Read more…
Analisa Potensi Diri
Analisa potensi diri dapat digunakan untuk mengenal diri sendiri lebih baik di dalam hal kemampuan manajerial, seperti memimpin dan berkomnikasi, bekerja secara kelompok, budaya organisasi dan sikap inovatif, disamping mendeteksi kecakapan teknis dalam melaksanakan tugas secara efektif, efisien dan produktif.
Manajemen Strategik dalam Pengembangan Daya Saing Organisasi
Persaingan yang memunculkan daya saing erat kaitannya dengan pemahaman mekanisme pasar (standar dan benchmarking), kecepatan dan ketepatan penyampaian produk (barang dan jasa) yang mampu menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, peningkatan daya saing organisasi bersifat unik, tetapi pada intinya dipengaruhi oleh aspek kreativitas, kapasitas, teknologi yang diguna-kan dan jangkauan pemasaran yang dicapai. Hal tersebut diwujudkan dari tampilan produk, produktivitas yang ting-gi dan pelayanan yang baik.
Pengetahuan Pertanian
Kondisi dan geografis Indonesia memiliki potensi bahan pertanian dan keperluan industri yang beragam, maka dinilai dapat memberikan kontribusi besar bagi pembangunan nasional dan berprospek sebagai salah satu sektor unggulan dalam memasuki abad 21 dengan keunggulan koperatif dan kompetitif yang dimilikinya untuk menghasilkan barang dan jasa.
Usaha tani dapat diklasifikasikan atas : Read more…
Pengetahuan Karakteristik dan Pengukuran Mutu Pangan
Karakteristik dan Pengukuran Mutu Pangan dengan Uji Sensori
Uji sensori sangat penting dalam industri pangan karena hasilnya merupakan pintu terakhir yang menentukan apakah produk tersebut dapat dijual atau tidak. Karakteristik mutu yang diuji dengan uji sensori terutama adalah warna, flavor (kombinasi rasa dan bau), aroma, tekstur, dan konsistensi atau kekentalan produk. Mutu sensori bahan pangan adalah ciri karakteristik bahan pangan yang dimunculkan oleh satu atau kombinasi dari dua atau lebih sifat-sifat yang dapat dikenali dengan menggunakan pancaindra manusia.
Pengetahuan Cacat pada Bahan dan Produk Pangan
Konsep Cacat pada Bahan dan Produk Pangan
Faktor-faktor yang dapat menjamin bahwa konsumen akan memutuskan bahwa suatu produk layak digunakan atau tidak, dikenal dengan istilah QCPC, di mana :
Q menyatakan quality (mutu) formulasi dan spesifikasi pengolahan
C untuk conformity (kesesuaian) dengan formulasi dan spesifikasi
P untuk performance (kinerja) produk akhir yang berkaitan dengan kebutuhan dan keinginan konsumen
C untuk concern perhatian terhadap persyaratan konsumen


