Skip to content

Analisa Potensi Diri

October 22, 2008

Analisa potensi diri dapat digunakan untuk mengenal diri sendiri lebih baik di dalam hal kemampuan manajerial, seperti memimpin dan berkomnikasi, bekerja secara kelompok, budaya organisasi dan sikap inovatif, disamping mendeteksi kecakapan teknis dalam melaksanakan tugas secara efektif, efisien dan produktif.

Keberhasilan operasional dari hal yang dimaksud, erat kaitannya dengan kemampuan pelaksana tugas untuk mengidentifikasi faktor internal (kekuatan dan kelemahan diri sendiri) dan eksternal (peluang dan ancaman dari lingkungan) dari potensi diri yang dimilikinya (kekuatan dan peluang).

Dalam hal ini, identifikasi potensi diri yang mencakup kompetensi di bidang teknik, manajerial dan entrepreneurial dapat dilakukan dengan perangkat kerja operasional seperti analisa transaksional (analisa faktor internal) atau AT dan kepemilikan-perusahaan-performans (analis faktor eksternal) atau KPP.

AT merupakan perangkat analisa perilaku personil yang didasarkan pada tingkat kematangan psikologinya (hirarki) kehidupan). Analisa tersebut berupa model teori dan perangkat operasional. AT bermanfaat dalam memahami suatu proses transaksi, meyakini suatu peran dan permainan yang dilakukan, serta mempelajari pengaruh yang terjadi pada orang lain dan diri sendiri.

Dengan kata lain, analisa transaksional merupakan perangkat sederhana dan operasional mengenal lingkungan yang ada di sekeliling (orang-pekerjaan-rumah-kantor-lainnya) dan perbaikan proses hubungan yang sudah ada di antara personil.

Hal ini dapat diartikan bahwa AT berfungsi sebagai faktor internal (personil) atau pendekatan diagnostik diri (kekuatan dan kelemahan manajerial) atau kombinasi proses psikososiologi (keyakinan, tanggungjawab, kreativitas dan transeden pada perilaku diri) dengan proses sosio-teknik (tujuan, organisasi, inovasi dan kepemimpinan dari suatu kegiatan diri) dalam membuat kompeten manajerial pada tingkat pekerja-staf dan pimpinan, yang erat kaitannya dengan faktor sentimental (senang, marah, takut dan sedih) dan penerimaan (diberi, diterima, diminta dan ditolak).

AT digunakan oleh para manajer untuk menjelaskan fungsi dan memahami hubungan efisien (memahami dan menyelesaikan tugas, mengembangkan pekerjaan, hidup harmonis dengan lingkungan setempat dan bahagia di dalam lingkungan kerja) dengan orang sekelilingnya yang sesuai dengan sumber energi diri yang dimilikinya. Sumber energi diri yang dimaksud adalah diri sendiri, kejelasan, kenyamanan, dukungan, efisiensi, pengenalan diri, keyakinan diri dan pengembangan.

Komponen hirarki kehidupan manusia diklasifikasikan atas tipologi

(1) Bapak (B), diklasifikasikan atas bapak penolong (BP) : penyelamat dan pendukung, serta bapak kritik (BK) : penindas dan pelindung;

(2) Dewasa (D), diklasifikasikan atas dewasa komunikator dan dewasa komputer; dan Anak (A), terdiri atas anak bebas (AB) : anak bebas sederhana dan anak bebas merdeka, serta anak adaptasi (AA) : anak pemberontak dan anak penurut.

Tipologi tersebut dapat dirinci atas perilaku umum, sikap fisik, suara, ekspresi lisan, kata-kata, isi, asal, sikap dibanding fakta dan orang lain, berbicara dengan diri sendiri, kelebihan dan kelemahan.

Proses transaksi

Fungsi diri yang terdiri dari bapak, dewasa dan anak memerlukan proses transaksi di dalam komunikasi di antaranya. Proses transaksinya berupa

(1) Transaksi sejajar (bila pada awal pembicaraan langsung menerima suatu jawaban dari lawan bicara mengenai hal yang diharapkannya), seperti pola D-D (pengirim pesan-penjawab pesan), pola B-A (pengirim pesan) dan A-B (penjawab pesan), pola A-A (pengirim pesan-penjawab pesan), pola A-B pengirim pesan) dan B-A (penjawab pesan) dan pola B-B (pengirim pesan-penjawab pesan);

(2) Transaksi silang (bila pada awal pembicaraan tidak menerima suatu jawaban dari lawan bicara mengenai hal yang diharapkan), seperti pola A-B (pengirim pesan) dan D-D (penjawab pesan), pola B-A (pengirim pesan) dan D-D (penjawab pesan), pola B-A (pengirim pesan) dan B-A (penjawab pesan) dan pola A-B (pengirim pesan) dan A-B (penjawab pesan); dan

(3) Transaksi tumpang tindih (bila pada awal pembicaraan menerima suatu jawaban tidak resmi dari lawan bicara mengenai hal yang diharapkannya), seperti pola D-D (jawaban 1) dan A-B (jawaban 2), pola D-D (jawaban 1) dan A-A (jawaban 2), serta pola D-D (jawaban 1) dan B-A (jawaban 2 bersilangan). Pola-pola terkait dengan kondisi isolasi, kontaminasi dan simbiotik.

Skenario posisi kehidupan

Skenario ini merupakan penerjemahan keadaan diri sendiri dibandingkan orang lain. Pendekatan ini menjelaskan perlunya suatu kepercayaan yang diberikan seseorang kepada orang lain atau sebaliknya, dalam mencapai transaksi efisien pada proses negosiasi kebutuhan. Maka dapat dikatakan bahwa fungsi diri berperan besar untuk membangkitkan perilaku setuju atau tidak setuju terhadap diri sendiri dengan orang lain, dan setuju atau tidak setuju orang lain dengan diri sendiri. Hal ini dapat disimbolkan atas posisi (-, -), (+, -), (+, +) dan (-, +) dari kombinasi sikap dasar diri (posisi setuju/tidak setuju) dan kondisi sekeliling (perilaku.sukses-gagal)

Struktur waktu

Struktur waktu merupakan suatu ukuran yang menentukan kebutuhan dasar manusia, karena mengingatkan perlunya orang bangun, bekerja, makan-minum, istirahat, tidur dan bergerak menurut porsinya. Dalam hal ini digunakan enam (6) pembagian waktu yang sesuai dengan fungsi diri sendiri terhadap orang lain, yaitu penarikan diri, kebiasaan, melewatkan waktu, aktivitas, bermain dan keakraban.

Proses perubahan

Efisiensi pengalihan personil, profesional dan organisasi dipengaruhi oleh sikap orang secara fisik dan moral. Hal tersebut mengungkapkan perlunya pandangan yang luwes pada kontrak. Kontrak yang jelas dan efisien dapat mengubah seseorang untuk gagal atau sukses. Perubahan yang diberikan seringkali dirangsang oleh pihak luar yang bermain sebagai penentu atau peran bayangan. Maka dapat dikatakan, dengan kontrak dapat diperhitungkan tingkat kerelaan di dalam proses pengalihan dan menghindarkan diri dari proses transaksi tumpang tindih.

Hal yang dikemukakan di atas bermanfaat dalam mendefinisikan kembali tujuan dan perangkat pengalihan yang diperlukan. Dengan kata lain, bahwa kontrak pada tingkat perorangan dapat lebih mudah dilakukan bila dibandingkan dengan tingkat organisasi, karena pada taraf perorangan hanya dimasalahkan bentuk pengalihan dan topik pembicaraannya. Sedangkan pada taraf organisasi diperlukan penjelasan setiap butir kontrak (pandangan berbeda) antara penasehat organisasi dengan lawan bicara. Dari kedua hal tersebut dapat dikatakan bahwa kontrak membentuk hubungan tanggungjawab di antara kedua belah pihak, dengan tanpa mengurangi topik perubahan yang akan dikerjakan dan kontrol pelaksanaan.

Kepemilikan perusahaan performans

Konsep KPP atau PEP (petite propre entreprise) merupakan unit kerja di suatu lingkungan perusahaan yang keberadaannya dilandaskan pada hubungan produsen-pemasok (tujuan dan tugas, serta tanggungjawab), kegiatan diri sendiri dan kelompok kerja (sikap, perilaku, tujuan, proses, pengelola dan kinerja) dalam mengelola kecerdasan, mutu, teknologi dan sinergi yang ditimbulkannya. Pengertian KPP adalah :

K : kepemilikan yang dilandasi tanggungjawab dan keterlibatan manajer personil dalam mencapai keberhasilan bagi dirinya dan kelompoknya.

P : perusahaan yang didasarkan pada kapasitas tanggungjawab pengelolanya.

P : performans (kinerja) yang ditunjukkan oleh peran keberhasilan dalam memotivasi personalia dan kelanjutan hidup bagi perusahaan bersangkutan (aktivitas kelompok atau perorangan).

KPP merupakan sistem kecil (bagian sistem besar) yang berupa unit kerja berbeda (kelompok produksi, unit operasi, kelompok sejenis, pelayanan informasi, dan lain-lain) dari suatu jaringan kompleks sebuah organisasi pada tingkat ketergantungan tertentu. Pada konsep ini, efisiensi manajemen ditentukan oleh kapasitas pembicaraan di antara klien atau konsumen dan pemasok di dalam pengertian sukses-sukses, yaitu terjadinya transaksi efisien di antara pelaku komunikasi pada proses negosiasi (waktu, kekuatan, informasi dan kecepatan).

Misi KPP ditunjang oleh 3 unsur dasar, yaitu :

- klien yang identifikasinya jelas (seluruh anggota kelompok atau umum)

- pengelompokkan produk menurut famili, kelompok, kategori dan lainnya

- modalitas berupa kondisi khusus dan umum dari kepuasan klien (dimensi kualitatif).

Pelaksanaannya memperhatikan kriteria seperti :

- kejelasan dan kemudahan pemahaman secara menyeluruh

- kekhasan dan interpretasi hasil akhir

- pandangan klien

- pandangan umum dari seluruh aktivitas

Sebagai ilustrasi, seorang manajer akan mendefinisikan KPP di suatu pabrik perakitan sebagai berikut : untuk menjamin unit produksi diperlukan ketersediaan alat tera untuk mengukur hasil dan tata cara keselamatan kerja. Misi KPP adalah menyesuaikan dengan kebiasaan yang ada dan nilai-nilai (sasaran kerja, pengesahan dan pembagian rasa tanggungjawab kepada masing-masing anggotanya).

Penyusun KPP terdiri dari klien (penanggung jawab) pemasok (bagian awal kegiatan yang terjadi pada suatu wilayah). Sedangkan penyusun unsur KPP : hasil, aktivitas, sumber daya, dan umpan balik. Klien (karakter khusus) dapat diklasifikasikan atas 4 kelompok, yaitu klien internal dan eksternal, klien akhir dan langsung, serta klien utama atau prioritas dan perorangan atau group. Klien berdasarkan kebutuhannya dapat dilihat dari posisi di atas, di bawah, di kanan dan di kiri.

Untuk mengoperasikan KPP diperlukan kriteria seperti keterlibatan personil, tujuan bersama, dan jaminan dukungan. Dalam pengelolaannya, KPP dapat disederhanakan menurut 8 pertanyaan dasar (untuk siapa ?, apa ?, kapan ?, bagaimana ?, dengan apa ?, dengan siapa ?, apakah berjalan ? dan apakah dikerjakan ?).

Pertanyaan tersebut bertujuan untuk menciptakan kejelasan di dalam bertanya dan menjawab proses identifikasi KPP (ciri, penyusun, klien, misi dan naskah kegiatan). Keseluruhan dari hal tersebut adalah menjawab tujuan sumber, tujuan kegiatan, tujuan hasil dan tujuan dampak yang didasarkan pada mekanisme kontrol seperti informasi siap pakai yang dapat menghasilkan kegiatan kontrol, siapa yang membutuhkan proses kontrol ?, mengontol apa ?, kapan mengontrol ?, bagaimana mengontrol ? dan dengan apa mengontrol ?

___________________

Informasi lengkap tentang artikel ini dapat diperoleh pada buku Analisa Potensi Diri : Mengukur Potensi Manajerial Anda karangan Musa Hubeis yang diterbitkan oleh Penerbit Airlangga tahun 1994, Jakarta.

About these ads
6 Comments leave one →
  1. October 23, 2008 6:18 am

    Dalam Analisa Potensi Diri, keberhasilan dalam mengidentifikasi faktor eksternal dan internal erat kaitannya dengan analisa TOWS ya pak.

    • April 30, 2010 3:34 am

      Yang namanya potensi tentu harus dilihat dari faktor dalam atau diri sendiri (internal) yang memuat kekuatan dan kelemahan, serta faktor luar atau lingkungan (eksternal) yang memuat peluang dan ancaman. Hal tersebut dikenal dengan analisis SWOT (strenght, weaknesses, opportunities and threats) yang berfungsi untuk memotret atau memetakan sesuatu kondisi agar dapat menjadi potensi yang dapat ditindaklanjuti.

  2. October 23, 2008 12:32 pm

    saya mengerti dengan penjelasan mengenai analisis transaksional. tetapi saya memohon penjelsan lebih dalam lagimungkin dalam bentuk coontoh skrpt yang dapat di perankan. terima kasih. semoga di tanggapi dengan positif.

  3. November 3, 2008 4:33 am

    artikel yang menarik…

    • April 30, 2010 3:37 am

      Terima kasih atas komentar singkatnya. Dalam realita kehidupan apapun (pribadi, bisnis dan hal relevan lainnya), unsur peluang dan ancaman merupakan hal mendasar bagi perusahaan untuk mendapatkan laba, tumbuh dan berkelanjutan di dalam konteks persaingan berbasis mekanisme pasar.

  4. February 14, 2011 11:51 am

    Kita tidak boleh terlalu pewrcaya pada mekanisme pasar. Mekanisme pasar untuk para pemain besar hanya akan membuatnya rakus, serakah dan memangsa yang kecil-kecil.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: