Skip to content

Pengetahuan Praktis Manajemen

May 26, 2008

Manajemen merupakan perangkat kerja yang paling berperan dalam mendukung keberhasilan maupun kegagalan organisasi, baik yang bersifat profit maupun non profit.

Salah satu dari kemampuan manajemen tersebut dapat ditunjukan oleh kemampuan kreativitas dan inovasi dari pelakunya, baik perorangan, kelompok dan organisasi di dalam mencari solusi yang tidak bersifat rutinas dalam membuka peluang dalam pengembangan berbagai pilihan yang paling memungkinkan dari suatu pilihan lingkungan iklim yang kondusif (misal, menghasilkan produk khas dengan skala usaha tidak terlalu besar) dalam mempertahankan diri maupun berkompetisi dalam menghadapi situasi dan kondisi penuh risiko, serta mengandung ketidakpastian.

Kreativitas merupakan kumpulan dari ide-ide (pikiran bebas yang hidup pada individu, kelompok dan masyarakat), baik pengetahuan maupun pengalaman yang berada di dalam pikiran manusia (proses mental otak pada bagian kanan), yang kemudian diramu (keterampilan) menjadi sesuatu hal kreatif (hal baru atau kejutan) yang berguna bagi diri sendiri, orang lain maupun organisasi pada kondisi kondusif maupun tidak, terkait dengan faktor budaya, sikap dan perilaku individu, kelompok maupun organisasi, pembelajaran dan perubahan sesuai dengan lingkungan.

Kreativitas sebagai faktor intelektual individu dicirikan oleh talenta, proses, pengakuan yang mampu menciptakan nilai tambah dari unsur tertentu pada peristiwa yang terjadi (misal, penemuan Henry Ford dalam mengembangkan konsep lini perakitan mobil).

Inovasi baik proses maupun produk didefinisikan sebagai suatu perubahan (ide besar) dalam sekumpulan informasi yang berhubungan diantara masukan dan luaran. Hal inilah yang membedakannya dengan invensi (invention) atau temuan yang merupakan suatu gagasan atau model dari pengembangan suatu produk atau proses (solusi masalah) untuk meningkatkan atau memperbaiki sumber daya yang ada, memodifikasi untuk menjadikan sesuatu bernilai, menciptakan hal-hal baru dan berbeda, merubah suatu bahan menjadi sumber daya dan menggabungkan sumber daya-sumber daya menjadi suatu konfigurasi baru yang lebih produktif, baik secara langsung maupun tidak langsung yang dipengaruhi oleh kepastian (untung/rugi) atau proses waktu melaksanakannya, dalam rangka meraihkeunggulan kompetitif.

Inovasi sebagai sumber keunggulan bersaing didasarkan pada kreativitas yang didapatkan melalui proses alih teknologi dan pengelolaan kemitraan, sehingga dapat dianggap sebagai fungsi penting dari bisnis setelah pemasaran. Hal ini didasarkan pada fakta dan data, bahwa pengembangan produk baru berbasis inovasi memberikan peluang tumbuh bagi perusahaan maupun para pengelolanya, terutama ditentukan oleh faktor seperti teknologi, biaya (skala), permintaan pasar dan tenaga kerja (ruang lingkup), serta kelangkaan sumber daya.

Kreativitas dan inovasi merupakan suatu kegiatan berpikir positif (masalah adalah peluang atau solusi) untuk mendapatkan nilai tambah, baik melalui kemampuan berpikir ke dalam untuk menciptakan efisiensi dan berpikir ke luar untuk menunjukan citra organisasi berbasis pengetahuan (keterampilan dan kepakaran) yang didukung oleh pimpinan visioner dan dinamis yang dapat merealisasi pengembangan barang dan jasa sesuai dengan prinsip perubahan (kekontinuan dan keterbaruan) organisasi.

Informasi lengkap tentang artikel ini dapat diperoleh pada buku Manajemen Kreativitas dan Inovasi Dalam Bisnis Karangan Musa Hubeis yang diterbitkan oleh Hecca Publishing, Jakarta pada tahun 2005. Buku ini tersedia di perpustakaan dan toko buku atau menghubungi penerbit hecca_press@yahoo.com

2 Comments leave one →
  1. July 10, 2008 1:41 pm

    Saya sangat setuju sekali (S4) dengan pendapat Prof Musa, bahwa untuk memperoleh keunggulan kompetitif didalam berbisnis pada era globalisasi ini memang sangat diperlukan dan dirasakan penting untuk mengelola tindakan kreatifitas dan inovasi yang dapat menciptakan nilai tambah dalam berbisnis, seperti yang dituangkan dalam karya apik bapak yaitu buku ”Manajemen Kreativitas dan Inovasi Dalam Bisnis”. Dan seperti yang dikatakan Collins (2001) untuk dapat menjadi perusahaan ”good to be great” maka didalam berbisnis perlu juga mempertimbangkan faktor manajemen teknologi dan informasi “Teknologi sangatlah penting, tetapi hal tersebut baru dapat berfungsi dengan baik hanya jika telah terjadi perubahan, dan teknologi tanpa konsep yang tegas dan jelas serta disiplin tidak akan membuat suatu perusahaan menjadi yang terbaik”. Jadi teknologi akan dapat berjalan dengan baik jika faktor-faktor seperti kepemimpinan, kerjasama tim, tingkah laku, metode dan budaya organisasi sudah dapat dikelola dengan baik. Maka dari itu dalam suatu bisnis, perusahaan dan institusi pendidikan diperlukan suatu Departemen penjamin mutu operasional, dan pengendalian internal (audit keuangan dan IT.)

    Ratna Marta Dhewi

  2. nuraini permalink
    August 7, 2008 8:24 am

    Selamat atas kehadiran blog ini Prof.Ada pertanyaan siapakah segmen pembaca untuk blog ini?.Ada kesan isinya sangat teoritis seperti bahan kuliah.Kurang populer dan tidak mudah dicerna.Apakah bisa ditulis tentang masalah faktual manajemen? Oh ya apakah sebaiknya setiap ada komen lalu direspon bapak sehingga blog ini benar-benar menjadi media komunikasi. Terimakasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: