Skip to content

Manajerial dalam industri pangan

August 3, 2008

Di dalam melaksanakan kehidupannya, manusia harus melakukan pekerjaannya dengan efisien dan efektif, agar diperoleh luaran yang besar, baik dilihat dari aspek kegiatan maupun konsep. Hal tersebut sesuai dengan prinsip manajemen yang didukung oleh sarana manajemen seperti SDM, uang, bahan, mesin dan perkakas, pasar dan cara kerja.

Oleh karena itu, manajemen diartikan secara luas, baik sebagai proses, suatu kolektivitas manusia, sebagai ilmu dan seni, dimana faktor kepemimpinan dianggap sebagai inti dari manajemen.

Manajemen dalam konteks organisasi dibagi atas 3 pengertian golongan, yaitu manajemen tingkat pertama, manajemen menengah dan manajemen puncak. Sedangkan menurut klasifikasi karakter manajemen dibagi atas pengertian inovator, prosesor, fasilitator dan analitikal. Dalam konteks lingkungan dibagi atas manajer fungsional dan manajer umum, serta dari segi fungsi-fungsi manajemen didasarkan pada fungsi-fungsi seperti ramalan, perencanaan, organisasi, penyusunan personalia, pengarahan, leading, koordinasi, motivasi, pengawasan dan pelaporan. Kesemua hal tersebut diartikan sebagai rentang manajemen.

Fungsi manajemen atau POAC dalam industri memiliki fungsi ke dalam dan ke luar dari penanganan sumber daya yang dibutuhkan dalam menghasilkan luaran yang diinginkan, baik berdasarkan sistem maupun sesuai bidang/fungsi. Perencanaan adalah memberi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan apa, siapa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana pada suatu kegiatan terstruktur yang dilakukan oleh suatu organisasi melalui manajemen untuk mengambil suatu keputusan dan tindakan perencanaan sebagai suatu proses berkesinambungan yang terdiri atas tahapan seperti pra perencanaan, perencanaan awal, perumusan rencana, elaborasi rencana, implementasi rencana, evaluasi dan perencanaan ulang. Sedangkan jenisnya dapat dijabarkan atas sudut pandang seperti besaran, ruang lingkup, rancangan sistem dan jangka waktu.

Teknik perencanaan yang umum digunakan adalah Project Evaluation Review Technique (PERT) dan Critical Path Method (CPM). Dalam penerapannya, ditentukan oleh pengertian, elemen pembentuk, simbol dalam penggambaran, hal yang harus dihindari dan langkah-langkah penyelesaiannya. Perbedaan dan persamaan kedua teknik tersebut lebih didasarkan pada waktu tercepat atau terpanjang (PERT) dan alur kritis (CPM), serta alokasi sumber daya kegiatan.

Perencanaan dalam industri pangan dapat diimplementasikan berdasarkan tahapan seperti pengembangan master plan, pengelolaan lingkungan, kondisi bagian produksi, pengembangan produk, pengembangan tekonologi proses, program pembinaan dan pelatihan, program pengembangan dan peningkatan fasilitas, serta program pengelolaan industri pangan.

Pengembangan master plan industri pangan didasarkan pada pengenalan situasi yang meliputi harapan institusi eksternal, harapan personil internal, kondisi/situasi saat ini dan identifikasi klien; Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan atas prinsip perlingkungan, identifikasi dan evaluasi dampak hipotesis, serta penyusunan rencana pengelolaan lingkungan;

Kondisi bagian produksi ditentukan oleh bangunan bangsal pengolahan, mesin dan peralatan lini pengolahan, ruang dan peralatan laboratorium;

Pengembangan produk yang bersumber dari berbagai komoditas, baik nabati maupun hewani beserta ragam produknya;

Pengembangan teknologi proses pada komoditas pangan, terutama serealia dan umbi-umbian didasarkan pada penyiapan bahan baku transisi berbentuk butiran, tepung dan irisan, serta teknologi proses produk sekunder, terutama produk kering; Program pembinaan dan pelatihan pada industri pangan berupa gelar produksi, pelatihan teknologi proses produksi dan HACCP, pelatihan manajemen usaha, temu usaha dan magang;

Program pengembangan dan peningkatan fasilitas meliputi pengembangan fisik bangsal percontohan dan pengembangan fasilitas pengolahan;

Program pengelolaan lingkungan industri pangan berupa rona lingkungan industri pangan, identifikasi dan evaluasi dampak hipotesis lingkungan, serta upaya pengelolaan lingkungan.

Pengaturan sebagai bagian keterampilan manajerial meliputi aspek perencanaan, pembagian tugas-tugas dan koordinasi. Dalam hal ini diperlukan formulasi tujuan yang jelas dan mungkin dicapai, petunjuk pelaksanaan kerja, pembagian tugas dan pendelegasian, persyaratan keterampilan, penyebaran beban pekerjaan dan tanggung- jawab untuk mendapatkan hasil pengaturan yang baik.Sedangkan kepemimpinan yang baik perlu didukung oleh pemahaman konsep, penyajian, motivasi, mengarahkan dan mengawasi

Organisasi merupakan fokus dari pencapaian tujuan fungsi-fungsi perusahaan secara terencana, terarah dan terukur terhadap sumber daya yang dimiliki. Dalam implementasinya, organisasi dapat dikategorikan atas pengertian formal dan informal, primer dan sekunder, serta sasaran pokok. Secara konseptual, hal tersebut dapat dilihat dari dimensi seperti bentuk, proses pengorganisasian dan falsafah organisasi untuk memberikan manfaat.Keterampilan manajerial terdiri dari hal mengatur dan memimpin yang diperlukan dalam organisasi untuk mencapai tujuannya sesuai fungsi-fungsi perusahaan.

Keterampilan tersebut didukung oleh keterampilan teknis, keterampilan kemanusiaan atau berkomunikasi dan keterampilan perencanaan untuk setiap tingkatan manajemen (top, middle dan low manager) dalam mengorganisasi dan mengelola sumber daya dengan pola pikir strategik.

Sistem pengendalian dalam operasi dapat dilihat dari fungsi dan sistem rendal operasi yang dipengaruhi oleh jenis produk dan jenis fasilitas sistem operasi, pengendalian jadwal produksi dengan alat seperti Gantt Chart, Z-Chart, catatan kemajuan produksi dan pro-trol chart

Dalam implementasi prinsip manajemen pada umumnya perlu dipahami pengertian manajemen operasi, proses manajemen dan proses operasi. Pada manajemen operasi dimiliki 4 unsur pokok yang ditemui pada semua organisasi, yaitu masukan, proses, luaran dan umpan balik informasi, dengan tujuan pokok menciptakan nilai tambah dari barang atau jasa yang dihasilkan dengan pendekatan people based dan/atau equipment based. Sedangkan pada proses manajemen didasarkan pada perencanaan, pengorganisasian dan pengendalian terhadap kinerja. Dalam proses manajemen, unsur sistem operasi menjadi hal yang penting, karena memuat rencana, catatan, perbandingan dan evaluasi, serta tindakan koreksi.

Fungsional manajemen merupakan praktik manajemen dalam upaya mendukung pencapaian tujuan perusahaan/industri menghasilkan barang atau jasa yang dapat memberikan keuntungan. Fungsional manajemen dalam industri pangan mencakup tiga funsi terpenting, yaitu pemasaran, keuangan dan produksi.

Fungsi manajemen sebagai bagian dari penjabaran rencana usaha untuk kepentingan sendiri maupun pihak lain erat kaitannya dengan kegiatan menghasilkan barang atau jasa yang bersifat prospektif dan layak untuk dikembangkan.

Pengertian pemasaran dalam konteks fungsional manajemen dari fungsi pemasaran dapat dilihat dalam persepsi sempit maupun luas, yaitu sesuai dengan konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran dan konsep pemasaran sosial. Sedangkan pemilihan pasar target dengan pendekatan segmentasi melalui tahapan seperti survai, analisis dan penentuan profil. Fase strategi pemasaran didasarkan pada strategi diferensiasi dan strategi positioning, serta bauran pemasaran.

Fungsi keuangan dalam konteks fungsional manajemen memiliki peran menjaga keseimbangan antara sumber dan penggunaan dana yang umum dinyatakan sebagai arus kas, baik negatif maupun positif. Dalam hal ini menjadi penting adanya pemahaman terhadap laporan keuangan berupa Neraca dan Laporan Rugi/Laba, serta tingkat kesehatan operasional yang ditunjukkan oleh indikator likuidasi, solvabilitas dan rentabilitas.

Fungsi produksi sebagai serangkaian kegiatan menghasilkan barang atau jasa yang akan membeirkan pendapatan bagi perusahaan mencakup hal seperti proses (batch production, process system, mass production one product dan multi product, serta construction process); jasa-jasa (produk, teknologi dan penggunaan sumber daya yang ada); perencanaan (process planning, perencanaan dan pengawasan produksi); dan pengawasan (kontrol kinerja, Quality Control (QC), kontrol program dan kuantitas).

Fungsi produksi dalam konteks fungsional manajemen dapat dilihat dari indikator produktivitas yang bersumber dari upaya-upaya perbaikan teknis produksi, penggunaan sumber daya yang lebih baik dan usaha-usaha lain yang dilakukan SDM. Pada fungsi ini ditemui kegiatan seperti perencanaan produk, perencanaan volume produksi, pemilihan lokasi, perencanaan tata letak dan pengadaan bahan baku. Pada perencanaan produk ditekankan pemahaman atas tingkatan produk (produk dasar, atribut yang diharapkan dan atribut tambahan) dan daur hidup produk (tahap pengenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan dan tahap penurunan).

Dalam perencanaan volume produksi diperhatikan kapasitas yang tersedia, disamping ketersediaan bahan baku dan tenaga kerja. Sedangkan pemilihan lokasi pabrik dapat dikelompokkan atas kategori market related factors, tangible cost factors dan intangible factors. Perencanaan tata letak didasarkan atas karakteristik proses operasi, yaitu pada pendekatan tata letak proses dan tata letak produk. Pengadaan bahan baku dapat dilakukan atas kriteria seperti mutu pasok, kontinuitas pasok, mutu yang sesuai standar, harga, investasi dan biaya penyimpanannya.

Implementasi fungsional manajemen pada industri pangan dapat ditelaah dari hal seperti aspek perusahaan, analisis pemasaran, analisis teknis-teknologis, analisis sosial ekonomi dan amdal, serta aspek keuangan. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman fungsi-fungsi manajemen dalam kegiatan produksi beserta aspek-aspek yang diperlukan dalam menjalankan industri dalam arti umum dan khusus dalam konteks pemanfaatan bahan pangan.

Aspek perusahaan dapat dilihat dari permodalan (modal investasi dan modal kerja beserta komposisi dan pembiayaannya), manajemen (struktur organisasi) dan personalia (pimpinan, staf dan buruh).

Analisis pemasaran dapat ditelaah dari situasi perkembangan penawaran komoditi (kesukaan konsumen dan nilai jual) dari ragam produk yang dihasilkan menurut peningkatan produksi komoditas, baik segar maupun olahan; perkembangan permintaan komoditi (kondisi komoditi segar beserta bentuk olahan yang diinginkan); analisis pemasaran komoditi (kondisi dan potensi ekspor-impor), baik segar maupun olahan.

Analisis teknis-teknologis dapat dilihat dari teknologi budidaya tanaman (sumber bibit, proses penanaman dan perawatan, serta proses pemanenan), teknologi pengolahan (ragam produk olahan), bangunan (tata letak pabrik, bangunan dan sarana perlengkap-an), mesin dan peralatan, alternatif produk lainnya (produk di luar hasil utama) dan perencanaan usaha (rencana produksi dan rencana pembangunan industri).

Analisis sosial ekonomi dan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dapat dilihat dari telaah sosial ekonomi (gambaran umum dan pengembangan kelembagaan), telaah lokasi (gambaran umum, lokasi industri dan tata letak industri) dan telaah lingkungan (industri berwawasan lingkungan dan pengelolaan lingkungan).

Aspek keuangan didasarkan pada asumsi dasar perhitungan dan perhitungan kelayakan (kebutuhan modal investasi, kebutuhan modal kerja, proyeksi laba/rugi, arus kas bersih, perhitungan titik impas dan perhitungan Internal Rate of Return (IRR).

Informasi lengkap tentang artikel ini dapat diperoleh pada buku Manajemen Industri Pangan karangan Musa Hubeis yang diterbitkan oleh Penerbit Universitas Terbuka, Jakarta pada tahun 2007. buku ini tersedia di perpustakaan dan toko buku atau menghubungi penerbit di Kotak Pos 666 Jakarta 10001.

2 Comments leave one →
  1. nuraini permalink
    August 7, 2008 8:15 am

    Selamat atas kehadiran blognya prof.Ada pertanyaan,blog ini untuk segmen pembaca siapa pak? Isinya teoritis banget.Apakah bisa yang lebih populer dan sesuai konteks kekinian? Dan tidak diambil dari buku bapak yang seolah bernada iklan? Maaf,Ini sama saja dengan bahan kuliah.Terimakasih.

  2. December 9, 2008 6:01 am

    Pak bisa beri contoh makalah tenganga pengawasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: