Skip to content

Pengetahuan Mutu

August 9, 2008

a. Pengetahuan Mutu

Konsep Mutu

Konsep mutu dapat dijabarkan dalam suatu pengertian sistem mutu yang dukung oleh faktor desain, penerimaan, ketepatan, pengawasan dan keandalan, yang dalam operasionalnya ditentukan oleh perilaku konsumen terhadap mutu itu sendiri. Secara operasional di tingkat perusahaan industri, sistem mutu erat kaitannya dengan kebijakan mutu yang didukung oleh kegiatan, seperti pembelian bahan, marketing, keuangan, pabrikasi/pengolahan, hubungan personalia, serta penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan standar yang seragam dari komoditi/produk yang dihasilkan dan peningkatan daya saing komoditi/produk yang dipasarkan sesuai konsep jaminan mutu.

Kelayakan mutu ditentukan oleh prinsip produk bermutu tinggi, harga rendah, tepat waktu, dan adanya jaminan keselamatan dari produk yang dipasarkan yang dikenal sebagai konsep quality, cost, delivery and safety (QCDS) dan dikembangkan lebih lanjut di dunia bisnis menjadi quality, value, service and timeliness (QVST).

Pengendalian Mutu

Standar Nasional Indonesia yang mengacu pada ISO 9000 (sertifikat mutu internasional) bertujuan untuk melindungi konsumen dari kesimpangsuran mutu. Pengendalian mutu dimaksudkan untuk menciptakan ketertiban dalam hal mutu dari setiap barang/jasa yang diperdagangkan, mencptakan iklim kondusif bagi perkembangan industri, memperlancar transaksi perdagangan dan memperlancar distribusi dari barang jasa perdagangan.

Pengendalian mutu diperlukan untuk mengurangi kerusakan atau cacat pada hasil produksi berdasarkan sebab-sebabnya melalui perbaikan proses produksinya untuk memuaskan konsumen dengan menetapkan standarisasi perusahaan/industri yang baku Permasalah mutu sudah bergerak ke arah penerapan dan penguasaan total quality management (TQM) menuju world class performance yang dimanifestasikan dalam bentuk pengakuan ISO 9000.

Motor pengendali mutu adalah manajemen. Manajemen dapat melakukan identifikasi perubahan mendasar yang diakibatkan oleh faktor kerja kelompok, visi sistem dan tanggungjawab dengan cara mempelajari proses yang ada dan menganalisis perbaikannya. Kegiatan pengendalian mutu diartikan sebagai suatu sistem efektif yang memungkinkan proses produksi dan pelayanan pada tingkat paling ekonomis, tetapi dapat menghasilkan suatu barang/jasa dengan nilai pemuas yang maksimal melalui serangkaian kegiatan pengendalian perancangan, pengendalian pasokan bahan, pengendalian produk dan kajian khusus.

Manajemen perusahaan/industri harus tanggap terhadap informasi mutu melalui pembentukan gugus kendali mutu, mulai dari tahap perencanaan produk, perancangan, percobaan produksi pengujian, pengadaan pemasok, persiapan dan rancangan untuk produksi, missal produksi pemasaran dan hingga pelayanan purna jual. Untuk memberikan yang terbaik dari produk/jasa maka harus didukung oleh faktor pengendalian mutu secara terpadu, seperti kepemimpinan manajemen, kepemimpinan proses/produk, keunggulan sumber daya manusia (SDM) dan orientasi kepada konsumen.

Fungsi Pengendalian Mutu

Pada awalnya, fungsi pengendalian mutu yang dilakukan oleh industri adalah pendekatan inspeksi karena diperlukan untuk mengidentifikasikan hal yang tidak memenuhi spesikasi sebelum, selama atau akhir operasi. Untuk menemukan penyebab dan terjadinya suatu penyimpangan caranya adalah membuat diagnosis yang benar melalui pemeriksaan maupun pengendalian proses secara subyektif dan obyektif, sehingga produk yang dihasilkan selalu berada dalam batas spesifikasinya.

Pemeriksaan produk dalam kegiatan produksi dapat dilakukan selama proses berlangsung atau setelah proses produksi berakhir melalui pengendalian proses statistik atau metode penarikan contoh untuk melakukan tindak perbaikan yang sesuai dengan spesifikasi teknik yang ditetapkan, dalam mengurangi atau menghindari terjadinya kegagalan dalam produksi. Untuk mendapatkan dan menjaga mutu barang yang baik diperlukan suatu kesatuan sistem dan teknik kerja yang mencakup sistem penerimaan barang, pengendalian mutu, sortasi, peragaan dan penyimpanan.

Fungsi pengendalian mutu bertujuan memberikan pedoman mutu kepada konsumen dan produsen, membina dan mengembangkan pemasaran dari barang/jasa, melindungi konsumen, dan mengendalikan proses produksi di industri penghasil barang/jasa.

Pengertian Standar dan Jenis-jenis Standar

Pengertian standar adalah spesifikasi teknis yang tersedia untuk masyarakat yang merupakan kerjasama dan konsensus umum yang didasarkan pada Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dan pengalaman agar dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, serta diakui oleh badan yang berwenang.

Manfaat standar adalah :

1. Sebagai acuan dalam pengendalian keragaman

2. Peningkatan kemampuan penggunaan produk

3. Kesesuaian dan kemampuan saling tukar

4. Memudahkan transaksi

5. Menjamin kesehatan dan keamanan

6. Menjamin kelestarian lingkungan

Prinsip penyusunan standar : penyederhanaan, kerjasama, implementatif, selektif, revisi, kesesuaian dan penerapan formal. Jenis standar : lingkup penerapan, cara penerapan, aspek standarisasi dan kategori obyek.

Instansi pemerintah yang berhak mengeluarkan standar di Indonesia adalah Badan Standarisasi Nasional (BSN). Tugas pokok BSN adalah :

1. Menyelenggarakan koordinasi, sinkronisasi dan membina kerjasama antar instansi teknik, berkenaan dengan kegiatan standarisasi dan metrologi.

2. Memberikan saran dan pertimbangan kepada Presiden mengenai kebijaksanaan nasional di bidang standarisasi dan pembinaan standar nasional untuk satuan ukuran.

Spesifikasi dan Cara Penyusunan

Spesifikasi adalah dokumen yang menguraikan persyaratan produk atau jasa yang harus dipenuhi. Macam-macam spesifikasi : 1) Spesifikasi konsumen; 2) Spesifikasi industri : spesifikasi bahan mentah, spesifikasi proses dan spesifikasi produk akhir.

Cara penyusunan spesifikasi :

1. Langkah-langkah yang dilakukan sebelum menyusun spesifikasi industri :

    1. Melakukan tinjauan Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP)
    2. Membuat diagram alir produksi
    3. Mempelajari peraturan-peraturan mengenai ingredient
    4. Menentukan tingkatan mutu, spesifikasi dan metode analisis menyusun ikhtisar metode analisis.

2. Proses penyusunan pedoman spesifikasi :

a. Identifikasi karakteristik mutu yang diinginkan.

b. Identifikasi metode yang akan digunakan untuk mengukur karakteristik mutu kritis.

c. Melakukan standarisasi, perbaikan dan penyederhanaan metode uji.

d. Menggunakan prosedur pengukuran pada operasi nyata.

e. Memeriksa efektivitas instrumen pengukur.

2 Comments leave one →
  1. September 17, 2008 7:14 am

    salam kenal……tukeran link yukkkkkkk

  2. April 30, 2010 3:14 am

    Terima kasih dengan perkenalannya dan semoga bermanfaat link yang ditawarkan, serta sukses untuk semuanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: