Skip to content

Komunikasi Profesional : Perangkat Pengembangan Diri

September 29, 2012

Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu atau untuk mengubah sikap, pendapat atau perilaku baik langsung secara lisan maupun tidak langsung melalui media, proses penyampaian bentuk interaksi gagasan kepada orang lain dan proses penciptaan arti terhadap gagasan, atau ide yang disampaikan, baik sengaja maupun tidak disengaja. Dalam implementasinya melibatkan lingkungan komunikasi (fisik, sosial-psikologis, dan waktu), sumber penerima, enkoding-dekoding, kompetensi komunikasi, pesan, saluran, umpan balik, gangguan dan pola aliran informasi komunikasi organisasi (pola lingkaran, pola roda, pola Y, pola rantai dan pola bintang).

            Dalam organisasi dikenal komunikasi formal dan informal komunikasi ke atas, ke bawah, horizontal dan silang; komunikasi lisan dan tertulis, serta komunikasi nonverbal (body language). Hal ini menunjukkan pentingnya komunikasi di dalam kehidupan, aktivitas kompleks, kedudukan/posisi efektif, kompetensi dan hal popular. Maka dalam praktiknya dikenal tingkatan komunikasi yang bersifat intrapribadi, antarpribadi, kelompok, organisasi dan massa. Keberhasilan komunikasi ditentukan oleh the seven communication (credibility, contect, content, clarity, contuinity dan consistency, serta capability of audience dan channel of distribution) yang dalam kesehariannya disederhanakan menjadi menulis, membaca, mendengar dan berbicara.

            Komunikasi tidal lepas dari fase fact finding, planning, communication dan evaluation, dimana dalam prosesnya terkait secara primer (penggunaan symbol) maupun sekunder (penggunaan sarana/media) dalam menyampaikan pesan. Hal tersebut erat kaitannya dengan kaidah komunikasi yang disebut Respect, Empathy, Audible, Clarity dan Humble (REACH). Namun demikian, disadari bahwa dalam komunikasi ditemui hambatan dari proses komunikasi yang terkait dengan komponen komunikasi, hambatan fisik, hambatan tematik dan psikologis.

            Dalam melaksanakan pekerjaan untuk mendukung komunikasi efektif diperlukan adanya bekerja dalam kelompok, baik kelompok kecil maupun besar. Hal ini erat kaitannya dengan penumbuhan karakteristik pribadi anggoata di dalam proses pemecahan masalah yang muncul, dimulai dari langkah pendefinisian dan membatasi masalah sampai langkah melaksanakan pemecahannya. Untuk itu pendekatan SW (What, Why, Who, When dan Where) dan 1 H (How) diperlukan untuk memudahkan intrepretasi dalam bentuk values, security dan impacts. Dalam hal ini dibutuhkan fungsi kepemimpinan yang mampu memenuhi fungsi instruktif, konsultatif, partisipasi, delegasi dan pengendalian.

            Dalam kesempatan berbicara di depan publik (memberi informasi, menghibur dan membujuk), perlu dipahami kapasitas penerimaan indra manusia, yaitu pendengaran 11% dan 75% visual. Oleh karena itu, diperlukan persiapan mental, materi dan pengembangan topik, komunikasi nonverbal (55 bahasa tubuh), di samping upaya pemanfaatan pengetahuan (analisa pendengar, peninjauan lokasi, kerangka dan susunan, penelitian dan penerapan, penulisan naskah/catatan, penyajian dengan alat, praktik dan latihan, serta presentasi). Hal tersebut secara praktis dinyatakan oleh prinsip the eight’s be (front, presentable, prepared, relevant, organized, receptive, through, dan brief).

            Dalam komunikasi bisnis diperlukan proses pengambilan keputusan yang dikenal sebagai proses negosiasi, baik formal dan informal yang berlangsung singkat dan sederhana. Di dalam proses tersebut ditemui persoalan yang dikarenakan oleh peran ciri kepribadian, perbedaan jenis kelamin dan budaya, serta perundingan pihak ketiga. Hal tersebut berdampak terhadap munculnya konflik beserta penanganannya.

            Dalam praktiknya, negosiasi membutuhkan penentuan tujuan, penggunaan sumber informasi resmi, pemahaman peran-peran, pengaturan tempat duduk, penjadwalan agenda, penentuan suasana, pengenalan siasat dan penutupannya.

            Komunikasi dalam konteks pekerjaan direpresentasikan oleh wawancara, baik yang baku maupun tidak baku yang bertujuan mempertukarkan perilaku dan melibatkan tanya jawab dengan pertanyaan/pernyataan terbuka maupun tertutup. Untuk memenuhi persyaratan wawancara dalam konteks pekerjaan, dibutuhkan surat lamaran kerja dan kesiapan diwawancara. Bentuk komunikasi lain dalam pekerjaan pada konteks organisasi diperankan oleh Public Relation (PR) sebagai upaya membangun opini dan citra di tingkat publik atau rincinya menjalankan hal seperti communication technician, expert prescriber, communication facilitator, yang telah dikemukakan, maka PR harus memiliki kompetensi, yaitu semi berkomunikasi, kemampuan mengorganisir, kemampuan bergaul dengan orang/publik, integritas pribadi dan memiliki kualifikasi manusia kreatif.

            Komunikasi profesional sebagai bagian dari komunikasi khusus memerlukan dukungan multimedia seperti video, audio TV, komputer, internet dan bentuk-bentuk lainnya; agar memudahkan pemahaman, pemunculan daya tarik, kejelasan dan kemudaham diingat. Dengan kata lain, komunikasi profesional dapat diarikan sebagai komunikasi efektif yang terkait dengan penggunaan teknologi komunikasi dan informatika, serta peningkatan efisiensi melalui kontaksi sosial media.

            (linera dan interaktif) yang dicirikan oleh komunikasi baru yang sesuai keinginan individu atau tepatnya sebagai “if the medium fit use it”.

___________________

Musa Hubeis, Lindawati Kartika, Ratih Maria Dhewi. 2012. Komunikasi Profesional : Perangkat Pengembangan Diri. (dipublikasikan oleh PT. Penerbit IPB Press). IPB. Bogor

No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: